----------------------------

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 02 Mei 2011

waspada jika anak anda suka memukul orang tua

memukul orangtua saat kesal atau marah menurut Eko Handayani, M. Psi Staf Pengajar Pengajar Fakultas Psikologi dan Psikolog Anak pada Klinik Terpadu Universitas Indonesia perilaku tergolong temper tantrum (kemarahan hebat). Perilaku ini biasa terjadi pada anak usia 2-4 tahun. Lantas, wajarkah perilaku tersebut?Jangan Dibiarkan!

Pada usia toddler, anak mulai menunjukan sikap negativistic dan kemandirian. Mereka pun kerap berkata ‘tidak’ pada perintah atau ajakan orang lain. Tak hanya itu, seiring dengan perkembangan fisik-motoriknya anak juga ingin menunjukan keinginannya.

Namun, dengan keterbatasan kemampuan berkomunikasi, penyelesaian masalah lebih melibatkan reaksi perilaku langsung atau pengungkapan perasaan dibandingkan dengan logika. Akibatnya, kemarahan meledak. Dan bukan tidak mungkin cara ini merupakan alat atau strategi dari pemecahan masalah yang dihadapi si kecil.

Kalau melihat dari usia, hal ini wajar, namun jangan dibiarkan berlangsung lama. Anak harus belajar dan menyadari bagaimana mengungkapkan keinginannya atau kemarahannya dengan cara yang lebih bisa diterima oleh lingkungannya.

Bila ‘kewajaran’ itu terus berlangsung, bukan tak mungkin setiap kali ada keinginan atau pendapatnya yang tidak sesuai dengan lingkungan, reaksi pertama yang muncul adalah mengamuk.

Ekspresi dan Mencontoh

Prinsipnya, anak banyak melakukan ‘coba-coba’ strategi pemecahan masalah. Bisa saja ini sebagai ekspresi anak untuk menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap suatu hal atau perasaan tidak nyaman karena keinginannya tidak terpenuhi.

Selain itu, perilaku tersebut juga bisa karena si kecil mencontoh dari lingkungan - dari orangtua, lingkungan sekitar, televisi, film atau media informasi lainnya.

Sebaiknya Orangtua...

1. Jangan mengacuhkan (ignoring), jika si kecil memukul saat marah atau kesal.
2. Memberitahu anak bahwa perbuatannya itu salah, tidak akan berguna selama si kecil masih dikuasai amarahnya. Ajak diskusi atau beri pengertian saat anak sudah tenang atau tidak marah lagi.
3. Jika si kecil akan memukul, pegang tangannya. Kalau dia menendang, pegang kakinya. Lalu berikan si kecil pelukan (kalau anak tetap akan memukul, peluklah dari belakang agar anak sulit menyerang), sambil tetap berbicara dengan tenang.
4. Jika si kecil sedang marah, Moms jangan ikut-ikutan marah. Berikan pelajaran perilaku yang lebih baik kepada anak dan jangan mengacaukannya dengan memberikan ‘model’ perilaku yang buruk.okezone.com

Saat Hamil,perhatikan posisi ngesek yang baik

kendati hamil, urusan seksual tak boleh dikesampingkan. Jika bingung menentukan posisi yang pas saat melakukan permainan panas dengannya, ikuti panduan ini.

Sebagian besar wanita memang dilanda kekhawatiran ketika melakukan seks saat hamil. Namun, sebaiknya jangan terlalu berpikir berlebihan mengenai hal tersebut. Dokter sendiri mengatakan bahwa kehamilan bukanlah alasan yang mematikan kehidupan seks Anda sementara waktu.

“Anda bisa tetap berhubungan seks sampai masa persalinan selama Anda merasa nyaman dan tidak ada komplikasi medis. Kuncinya, lakukan aktivitas tersebut secara berhati-hati,” kata Dr Jvoti Shetty seorang seksolog India. Berikut lima posisi yang dapat dicoba.

Menyamping

“Posisi ini tidak memberikan tekanan pada perut Anda,” jelas Dr. Shetty. Posisi ini juga meningkatkan keintiman antara Anda dan pasangan. Berbaringlah di sisi Anda dalam bentuk C. Sementara pasangan Anda dapat menempatkan diri di belakang Anda. Posisi menyamping sangat nyaman meski tidak memungkinkan penetrasi secara dalam, seperti ditulis Idiva.

Side by Side

Posisi ini juga memungkinkan Anda memiliki koneksi fisik tanpa perlu menekan perut. Dalam posisi ini, Anda dan pasangan berbaring dengan posisi saling berhadapan. Anda dapat meletakkan kaki Anda di atas untuk memberikan kenyamanan dan posisi lebih dekat. Agar lebih nyaman, sebaiknya posisi dia lebih rendah dari Anda sehingga penetrasi dalam dilakukan dengan lancar.

Woman on Top

“Posisi ini akan memberikan Anda manfaat kedalaman dari penetrasi yang dilakukan,” kata Dr Shetty. Namun, posisi ini dapat melelahkan dalam beberapa bulan terakhir kehamilan Anda. Pastikan Anda dapat mengontrol penetrasi dengan cara menempatkan tekanan minimum pada perut. Klitoris dapat dirangsang bersamaan dengan posisi ini dilakukan.

Doggie style

Pada posisi ini Anda dan pasangan bertumpu pada lutut, sementara dia melakukan serangan dari belakang.

“Sambil melakukan posisi ini, Anda pun bisa melakukan rangsangan dengan bergerak turun naik ke arah tangan dan lutut,” kata Dr Shetty.

Wanita dapat menikmati rangsangan klitoral dan Miss V pada saat yang sama dengan posisi ini. Gunakan bantal di bawah lutut Anda jika merasa sakit. Sebaiknya hindari posisi seks ini dalam beberapa pekan terakhir kehamilan.

Berbaring di tepi ranjang

Pada posisi ini Anda dapat berbaring telentang di tepi ranjang dengan kaki Anda menyebar terpisah di lantai. Pasangan bisa berdiri atau membungkuk ke arah Anda.

“Posisi ini tidak memungkinkan Anda untuk memaksimalkan penetrasi jika pasangan membungkuk di atas Anda. Pastikan bahwa dia tidak memberikan tekanan apapun pada perut Anda,” kata Dr Shetty.okezone.com

Solo Seks, Jangan Gunakan Air Liur!

Ngeseks sendiri mendatangkan kenikmatan tak kalah hebat dengan seks berdua pasangan. Tak heran, solo seks alias masturbasi mengundang banyak penelitian untuk mengeksplorasinya.

Berikut, beberapa di antara informasi seputar solo seks, seperti diulas Cosmopolitan.
Baik untuk tubuh

Masturbasi guna meraih kesenangan seks memiliki manfaat bagi kesehatan. Banyak penelitian menyebutkan bahwa alasannya lantaran orgasme melepaskan hormon mood baik, endorfin, yang bermanfaat mulai untuk meredakan stres hingga menghilangkan kram menstruasi.

Salah satu studi terbaru yang dipublikasikan di Sleep Medicine bahkan menemukan bahwa masturbasi dapat mengobati sindrom kaki resah (kelainan neurologis yang menyebabkan kaki Anda menyentak di sekitar tempat tidur).

Jangan gunakan air liur!

Sebuah studi University of Michigan menemukan bahwa wanita yang melakukan masturbasi dengan air liur (yaitu, membasahi jari-jari sebelum dimasukkan ke Miss V) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur. Peneliti beralasan, air liur bisa mengganggu keseimbangan bakteri di sana. Jika Anda butuh lubrikan sebelum melanjutkan aksi menggairahkan hasrat seks diri, pilihlah lubrikan yang terjamin keamanannya.

Wanita cenderung bungkam

Menurut penelitian dari Penn State University, wanita berbicara lebih banyak tentang seks daripada pria, kecuali pembicaraan seputar masturbasi. Pria lebih cenderung terbuka membicarakannya dengan sesama pria tentang bagaimana mereka melakukannya dan apa fantasi mereka. Penelitian menyarankan, Anda kadang perlu membahasnya dengan teman dekat untuk saling berbagi info soal cara-cara baru merasakan kenikmatan lebih panas.

Binatang juga masturbasi

Para ilmuwan telah mengamati berbagai macam binatang masturbasi di alam liar, termasuk rusa, monyet, singa laut, dan tupai. Bahkan, kera betina dan monyet telah dikenal menggunakan tongkat untuk menambahkan kesenangan di sana.

Masturbasi menyebabkan jerawat

Benar, masturbasi memicu jerawat, karena ketika Anda mencapai klimaks, tubuh akan mengalami lonjakan hormon testosteron, yang dapat menyebabkan jerawat.

Masturbasi juga bisa klimaks

Peneliti di Rutgers University telah mendokumentasikan wanita yang bisa klimaks tanpa menyentuh diri mereka sendiri. Dalam sebuah studi, para partisipan tersebut diminta membayangkan bagaimana cara mereka mencapai klimaks. Alat MRI digunakan untuk memindai otak mereka. Hasil scan mengungkapkan bahwa otak mereka “terbangun” selama orgasme, di tempat yang sama persis ketika wanita mencapai klimaks dengan seks berpasangan.Okezone.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More